Tes simpanse

Angka muncul sekaligus, lalu tersembunyi begitu kamu mengeklik yang pertama. Klik kembali sesuai urutan.

Simpanse Ayumu benar 9 angka dengan akurasi 80 %.
Percobaan
0
Skor terbaik
-
Skor rata-rata
-
Rekor terbaik
Percobaan terbaru

Panduan tes simpanse

Apa itu eksperimen Ayumu?

Tim yang dipimpin Tetsuro Matsuzawa di Institut Penelitian Primata Universitas Kyoto menjalankan eksperimen memori kerja pada seekor simpanse bernama Ayumu. Angka 1 sampai 9 muncul sebentar di layar lalu ditutup kotak putih — dan Ayumu menyentuh posisinya dengan urutan yang benar, sering kali lebih cepat dan lebih akurat daripada mahasiswa terlatih, yang saat itu menjadi berita besar.

Eksperimen ini sering dikutip sebagai contoh mencolok bagaimana memori kerja — kemampuan menahan dan mengolah sebentar informasi yang baru dilihat — bisa berbeda antara manusia dan simpanse. Memori sesaat semacam ini muncul di mana-mana dalam keseharian, dari berhitung di kepala sampai mengobrol dan belajar.

Berapa rata-ratanya dan apa itu skor bagus?

Menurut skala situs ini, 7–8 digit adalah rata-rata, 10+ sangat bagus, dan 12+ masuk 1 % teratas. Sembilan — jumlah yang ditangani Ayumu secara konsisten dalam eksperimen — adalah garis "level simpanse" kami.

Satu ronde hanya dihitung kalau kamu menyentuh digitnya dengan urutan benar, jadi rekornya adalah berapa banyak yang kamu ulang secara berurutan, bukan berapa banyak yang kamu lihat.

Panduan skor

Angka yang diingatNilai
12+1 % teratas
10 - 11Bagus sekali
9Level simpanse (skor Ayumu)
7 - 8Rata-rata
6 atau kurangDi bawah rata-rata

Cara mengukur dengan tepat

  • Selagi digitnya terlihat, tahan pandangan di tengah dan tangkap seluruh susunannya sekaligus.
  • Setelah tersembunyi, sentuh sesuai urutan — satu kesalahan mengakhiri ronde.
  • Kelelahan dan gangguan jelas menurunkan jumlah yang bisa kamu tahan.
  • Mainkan beberapa ronde dan lihat rata-ratamu, bukan hanya rekor terbaik.

Bisakah ditingkatkan?

Sampai batas tertentu. Alih-alih menghafal digit satu per satu, mengelompokkan posisinya menjadi satu bentuk atau pola cukup ampuh, dan melatih diri menahan pandangan di tengah sambil membaca susunan lewat penglihatan tepi juga dilaporkan membantu.

Meski begitu, performa Ayumu mencerminkan latihan sejak kecil ditambah perbedaan spesies, jadi manusia sebaiknya tidak berharap menyamainya terus-menerus lewat latihan. Sebagian besar peningkatan dari pengulangan sebenarnya hanyalah terbiasa dengan tes ini.