Hentikan pengatur waktu

Tanpa melihat jam, tekan berhenti begitu kamu merasa waktu target sudah lewat!

Jumlah pemain
Waktu target

Hasil akhir

Percobaan
0
Selisih terkecil
-
Selisih rata-rata
-
Rekor terbaik
Percobaan terbaru

Panduan Hentikan pengatur waktu

Apa itu permainan menghentikan waktu?

Hentikan jam tepat saat mencapai waktu targetmu (5, 10, atau 15 detik — kamu yang pilih). Kamu menghitung waktu di kepala tanpa melihat angka apa pun, lalu menekan tombol begitu kamu merasa targetnya tercapai. Makin kecil selisih antara waktu yang benar-benar berlalu dan targetmu, makin bagus skormu.

Makin Tes persepsi waktu memintamu menilai waktu yang sudah lewat, setelah kejadian. Permainan ini memintamu menepati sasaran waktu secara langsung, saat jam masih berjalan — sehingga prediksi dan reaksi berpadu sekaligus.

Berapa rata-ratanya dan apa itu skor bagus?

Menurut skala situs ini, selisih 0,15–0,3 detik adalah naluri waktu yang biasa, 0,15 detik atau kurang berarti pengatur waktu yang akurat, dan 0,05 detik atau kurang masuk rentang "kekuatan super". Ini rentang kami sendiri, bukan statistik resmi.

Selisih cenderung membesar seiring makin panjangnya durasi target, jadi rekor pada 5 dan 15 detik sebaiknya dinilai terpisah.

Panduan selisih

SelisihPenilaian
Di bawah 0,05 detikKekuatan super naluri waktu
0,05 - 0,15 detikPengatur waktu presisi
0,15 - 0,3 detikNaluri rata-rata
0,3 - 0,6 detikAgak meleset
Lebih dari 0,6 detikJiwa bebas

Kenapa ada beberapa waktu target?

Makin panjang targetnya (5 detik vs 10 detik vs 15 detik), makin besar pula selisih yang kamu rasakan. Menepati hentian singkat dan menjaga kestabilan sepanjang durasi panjang menuntut kemampuan yang sedikit berbeda, jadi ketiganya layak dicoba. Sampai 8 pemain bisa bertanding dalam ronde yang sama.

Bisakah ditingkatkan?

Bisa. Berbeda dari tes persepsi waktu, permainan ini dihentikan secara langsung, jadi begitu kamu menghayati ritme yang tetap, rekormu cukup cepat stabil. Banyak orang menghitung ketukan tetap di kepala; mengatur tempo lewat napas juga umum.

Namun menghitung menggeser tugasnya ke arah "menjaga ketukan" alih-alih naluri waktu murni. Kalau kamu penasaran bagaimana hasilnya dengan mengandalkan rasa saja, coba tanpa menghitung — membandingkan keduanya saja sudah menarik.